Di pangkal keputusan
Aku memindai potongan senja yang melayang di atas cakrawala
beberapa nama meluncur ke arahku
tapi payung ego memperisai
pada kanvas khayalku
aku melukis rupanya begitu indah
mendefinisikan perilakunya begitu mulia
menakar kecerdasannya begitu elegan…
tanpa sadar bahwa aku sepotong kerikil
yang merindukan bulan bulat penuh
Seharusnya bukan lah imajinasi
Tapi entitas real yang taat
yang kan menemaniku menyisir tinta yang telah kering
Kau tak kan mempersulit yang baik untukku
dan mempermudah yang buruk untukku
September 25th, 2006 at 10:34 pm
Tapi,
Saat terbangun mengadapi realita dari mimpi yang begitu mempesona bukankah sedah saatnya merancang apa dan bagaimana karena usia kan selalu bertambah
Jangan biarkan banyak tapi hinggap dihati, menafikkan begitu banyak yang bisa dilakukan.
KEtika begitu banyak tapi menghalangi hati katakan sejujurnya akankah terbiar masa yang akan terus melaju ataukah kau kan terus menunggu.. selalu hingga keputus asaanlah yang kan menyapa dan kau kan berkata.. kenapa ngga?